|
Muhibbah PA-PA se Kaltim ke Negeri Sabah | (25/06) |
| Dimuat oleh Hirpan Hilmi
|
|
Monday, 28 June 2010 |
Muhibbah PA-PA se Kaltim ke Negeri Sabah :
“Percuma”,
Berperkara di Mahkamah Syariah Negeri Sabah
Gedung Mahkamah Tinggi Syariah Kota Kinabalu, Sabah,
terletak di Komplek Perkantoran Majlis Ugama Islam Sabah, dekat
Masjid Negeri Sabah, di pusat kota Kinabalu.
Kota Kinabalu, Badilag.net (25/06/2010)
“Percuma”
dalam bahasa Malaysia bukan berarti “sia-sia”, tapi “gratis” alias
“prodeo”. Jadi, yang dimaksud dengan judul berita di atas adalah
bahwa semua pencari keadilan yang mengajukan perkaranya di
Mahkamah-mahkamah Syariah (MSy) di Negeri Sabah tidak dipungut biaya,
alias gratis. Bukan main.
Dari aspek biaya,
MSy-MSy di salah satu negara bagian Malaysia yang berpenduduk sekitar 3
juta ini, betul-betul telah menerapkan “Justice for All” atau lebih
tegas lagi “Justice for the Poor”.
Itulah salah
satu catatan yang menarik dari kunjungan PA-PA se Kaltim ke Negeri
Sabah, yang dilaksanakan tanggal 24/6 di Mahkamah Rendah Syariah Tawau
dan tanggal 25/6 di Mahkamah Tinggi Syariah Kota Kinabalu.
|
|
|
Pesan Tuada Uldilag MA Pada Pembinaan PA se-Kaltim (23/6) |
| Dimuat oleh Hermansyah
|
|
Wednesday, 23 June 2010 |
Tuada Uldilag MA pada Pembinaan PA se-Kaltim:
Tiga Senjata untuk Tingkatkan Pelayanan dan Citra
Tarakan l Badilag.net
Banyak
hal yang harus dilakukan oleh jajaran peradilan agama se-Indonesia
dalam rangka peningkatan pelayanan dan citra peradilan. Namun, ada tiga
hal yang harus mendapat perhatian lebih pada saat ini. Pertama, pelaksanaan mediasi. Kedua, peningkatan pemberian keadilan bagi masyarakat miskin. Dan ketiga, peningkatan transparansi peradilan.
Ketua
Muda Urusan Lingkungan Peradilan Agama MA-RI, Drs. H. Andi Syamsu Alam,
SH, MH, mengemukakan hal itu, Rabu (23/6/2010), pada Acara Pembinaan
Teknis Administrasi Peradilan dan Eksaminasi Pengadilan Agama
se-Kalimantan Timur di Tarakan.
Di
hadapan para peserta yang terdiri dari para Ketua, Wakil Ketua dan
hakim-hakim Pengadilan Agama, Andi Syamsu Alam mengurai satu-persatu
dari ketiga hal di atas, yang disebutnya sebagai “senjata” yang harus
dipakai oleh seluruh peradilan agama se-Indonesia.
Ketua Muda Uldilag MA-RI, Andi Syamsu Alam (baju
putih), sedang memberikan pembinaan, didampingi oleh Dirjen Badilag,
Wahyu Widiana (kedua dari kanan), Wakil KPTA Samarinda, Ismail Ibrahim
(paling kiri) dan Ketua PA Tarakan, Mulawarman (paling kanan).
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 7 - 9 dari 53 |